Selasa, 07 April 2020

Komunikasi di tempat kerja

KOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA

A. Keterampilan Interpersonal
Keterampilan interpersonal banyak berkaitan dengan softskill (keterampilan lunak) seseorang, yang menurut para pakar memerlukan waktu yang lebih lama untuk pelajari dan dilatih dibandingkan dengan hardskill (keterampilan keras). Keterampilan interpersonal utama yang sangat Anda butuhkan dalm industri pariwisata antara lain:

a. Penampilan pribadi yang prima
 Penampilan pribadi mencakup kebersihan diri dan grooming.
b. Keterampilan komunikasi yang jelas
Kejelasan komunikasi tergantung kepada ketersediaan informasi berdasarkan pada enam
pertanyaan:
Siapa?
Apa?
Di mana?
Kapan?
Mengapa? dan
Bagaimana?
Komunikasi  melibatkan pengiriman dan menerima pesan, kita tidak hanya berbicara, melainkan juga mengirimkan pesan-pesan "non-verbal."
c. Inisiatif dalam interaksi sosial
Interaksi sosia adalah cara Anda memimpin diri sendiri terhadap orang lain. Hal ini juga
melibatkan komunikasi verbal dan non-verbal, seperti volume dan nada suara.
d. Kerja dalam tim
Kerja tim adalah kemampuan Anda dalam bekerja sama dengan orang lain untuk tujuan
yang sama. Kerja tim yang efektif adalah faktor utama dalam kepuasan pelanggan.

B. Pengertian Komunikasi
"Komunikasi" berasal dari kata "Communicare", bahasa latin yang artinya memberitahukan
atau berpartisipasi. Menurut bahasa Inggris "Communication" artinya suatu pertukaran informasi, ide atau konsep perasaan.
Beberapa definisi komunikasi antara lain:
 Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid).
 Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi
tentang pikiran atau perasaan (Roben J.G).
 Komunikasi adalah pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain
(Davis).
 Komunikasi adalah usaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain.
 Komunikasi adalah menyampaikan dan memahami pesan dari satu orang kepada orang
lain, komunikasi merupakan proses sosial.

C. Unsur-Unsur Komunikasi
 Komunikator, yaitu pihak yang menyampaikan berita atau sumber berita, bisa
perseorangan atau kelompok.
 Komunikan, yaitu pihak yang menerima berita dan menterjemahkan lambang-lambang
atau isyarat-isyarat.
 Message, yaitu pesan berupa inti atau berita yang mengandung arti.
 Transmit, yaitu menyampaikan, mengirimkan, menyebarkan atau meneruskan. Bentuk
penyampaiannya bisa berupa tulisan, lisan, lambang-lambang, isyarat (menggunakan
gerakan tubuh dan suara).
 Feed back, yaitu output yang dihasilkan berupa tanggapan atau respons.

D. Proses Komunikasi
 Komunikasi lebih dari sekedar hanya mengatakan sesuatu kepada orang lain, komunikasi
melibatkan transfer informasi dan pemahaman dari satu orang ke orang lain. Komunikasi akan
berhasil jika informasi yang disampaikan dimengerti oleh penerima sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh pengirim. Kenyataannya, hanya sekitar 10% dari sebuah pesan yang disampaikan dalam bentuk kata, 30% dengan intonasi suara dan yang 60% melalui bahasa tubuh. Sebuah bagian integral dari proses komunikasi adalah seni mendengarkan.Realitas yang sangat buruk adalah bahwa 75% komunikasi lisan telah diabaikan, tidak dimengerti dan dilupakan. Merupakan hal yang wajar bagi seseorang untuk secara mental tune out (hilang konsentrasi) ketika sedang berkomunikasi.

E.Hambatan Komunikasi
 Status, ketika ada hubungan atasan-bawahan, komunikasi cenderung satu arah. Yang
superior berbicara, kita mengakui dan menyetujui.
       Cacat fisik (khususnya kurang mendengar), adanya kekurangan fisik pada orang yang
kita ajak berbicara.
       Kebisingan eksternal, keika sedang menyampaikan pesan terjadi keributan di luar seperti, suara mobil, orang berteriak dan lain-lain.
       Bahasa/jargon, penggunaan bahasa yang terlalu sulit dimengerti oleh lawan bicara dan penggunaan istilah-istilah yang tidak dimengerti oleh lawan bicara
       Tekanan waktu, ketika seseorang sedang tergesa-gesa, percakapan hanya satu arah.
       Kalimat-kalimat pendek digunakan dan cenderung tidak jelas. Ada risiko tinggi untuk salah paham.
       Penetapan nilai (value judgements), penetapan nilai adalah pemberian nilai keseluruhan
kepada komunikasi. Ketika mendengarkan, orang cenderung memberikam nilai 'benar'
atau 'salah'.
       Kurang perhatian (inattention), kurangnya minat merupakan penyebab utama dari kurang perhatian (inattention). Anda juga bisa terlalu banyak pikiran ketika ada banyak aktivitas di sekitar Anda, yang membuat sulit untuk sepenuhnya berkonsentrasi pada komunikasi yang diarahkan kepada Anda.
        Melompat ke kesimpulan, hal ini terjadi ketika Anda medengar awal suatu pesan,mengandaikan kesimpulan dan/atau inti pesan, kemudian mengabaikan hal-hal yang
dikatakan.
        Emosi, marah, takut, benci dan cinta bisa menyebabkan Anda berperilaku secara tidak
rasioal atau tidak masuk akal.

F. Mengatasi Hambatan Komunikasi
     Menghindari membuat penetapan nilai (value judgements),
     Mendengarkan dengan intens dari seluruh cerita.
     Mengenali perasaan dan emosi.
     Meninjau orang lain, tes pemahaman Anda terhadap situasi. Ungkapkan kembali
pendapat orang yang berkomunikasi dengan Anda dari sudut pandangnya.
Bertanya dengan kepedulian untuk menegaskan, hindari pernyataan seperti "hal itu belum terjadi sebelumnya" atau "saya tidak bisa mempercayai hal itu."
Memahami, jaga objektivitas Anda dan hindari untuk terlibat secara emosional. Bimbing
orang tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengungkapkan ceritanya.

             Dalam sebuah situasi konflik sebuah penghambat proses komunikasi terbuka dapat berupa penggunaan kata-kata pemicu. Hal tersebut sering berkaitan dengan keyakinan seseorang, sering melampaui apa yang sebenarnya ingin dikatakan seseorang. Setiap orang memiliki kata-kata pemicu yang berbeda, yang menimbulkan sebuah emosi yang kuat bagi pendengar.
             Komunikasi juga dapat berbentuk non-verbal Komunikasi non-verbal dapat didefinisikan sebagai "pesan yang diekspresikan oleh sesuatu selain makna linguistik (Adler dan Towne 1990:196). Penelitian meunjukkan bahwa sinyal non-verbal membawa sekitar 5x lipat dari dampak saluran verbal (Pease 1987:15).Ketika seseorang berbicara, kata-kata yang muncul menunjukkan apa yang ingin didengar orang lain.
            Namun, ada waktunya ketika tubuh akan berbicara lebih keras dari kata-kata, dan akan mengatakan sesuatu yang sangat berbeda dengan apa yang diucapkan secara verbal. Jika sinyal ini dibaca dengan akurat, lalu dengan keahlian yang tepat, kita dapat menghindari terjadinya konflik.
          Untuk menggambarkan poin ini, bayangkan bahwa seorang konsumen memasuki tempat kerja Anda. Dengan suara yang lembut dia meminta bantuan, namun sepanjang pembicaraan dia terus menyilangkan tangannya dan Anda melihat juga bahwa kedua tangannya diselipkan di sakunya. Anda dapat menafsirkan bahasa tubuh tersebut sebagai seseorang yang memerintah, tidak begitu mendengarkan apa yang Anda katakan, menutup diri pada usulan Anda, dan mungkin memiliki sifat agresif.
            Kadang-kadang untuk menghindari sebuah situasi, cara yang terbaik adalah untuk membaca bahasa tubuh konsumen dan bertindak sesuai dengan apa yang Anda baca. Namun perlu diingat bahwa salah satu dari kesalahan yang paing fatal yang dapat dibuat oleh seorang pemula adalah menafsirkan sebuah gerakan tersembunyi secara terpisah dari gerakan lain atau situasi lain. Seperti bahasa lainnya, bahasa tubuh terdiri dari kata-kata, kalimat dan tanda baca (Pease 1987:14). Setiap gerakan memiliki arti namun harus dibaca dalam sebuah kalimat gerakan dan dimasukkan pada konteks situasi untuk menghindari kesalahan penafsiran.

G. Jenis Komunikasi

1. Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal mencakup aspek-aspek berupa:
a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata)
b. Racing (kecepatan)
c. Intonasi suara
d. Humor
e. Singkat dan jelas
f. Timing (waktu dan tempat)

2. Komunikasi Non-Verbal
a. Bahasa tubuh, artinya tindakan tubuh, termasuk cara berdiri, ekspresi wajah, penggunaan tangan, dst. yang digunakan pada saat berkomunikasi dengan orang lain. Tindakan￾tindakan ini bisa mentransmisikan perasaan yang bertentangan dengan pesan verbal yang dikirimkan.
b.  Karakteristik & penampilan fisik, mata, bibir, mulut, alis mata, hidung, dagu, dahi, tangan, jari, lengan, lengan kaki, kaki, dan posisi duduk bisa berbeda-beda dan mencerminkan kebutuhan, motif dan perasaan seseorang.
c.  Ruang, individu mengontrol ruang di sekitarnya, dan hal ini memberikan pesan kepada orang lain. Pentinglah untuk memahami perbedaan antara jarak sosial, yakni jarak ketika berbicara dengan pelanggan, dan jarak personal berbeda-beda menurut budaya dan tingkat keakraban Anda dengan orang lain.
d. Lingkungan, ini berlaku untuk setting di mana Anda bekerja, misalnya, area disko yang agak gelap mungkin akan kelihatan mengancam beberapa orang. Demikian pula, kebisingan disko bisa mengganggu untuk beberapa orang. Ruang makan malam yang terlalu padat bisa terasa mengancam bagi beberapa pelanggan. Semua ini menunjukkan pesan-pesan non-verbal yang diinterprestasikan menurut emosi dan perhatian individu.
e.  Waktu, di tempat kerja Anda, ketepatan waktu menyampaikan pesan bahwa Anda peduli dengan kepentingan tamu. Keterlambatan di ruang layanan pengiriman, pengambilan bagasi atau tanggapan kepada permintaan pelanggan bisa diinterprestasikan sebagai tidak mempedulikan. Kurangnya respon yang tepat waktu bisa diinterprestasikan sebagai pesan non-verbal bahwa Anda tidak peduli.

H. Komunikasi yang Efektif

1. Berbicara secara efektif
Agar komunikasi efektif Setiap pesan yang dikomunikasikan harus memiliki tujuan.
Setiap pesan harus direncanakan sehingga sesuai dengan kemampuan penerima komunikasi.
 Kata-kata yang tidak diperlukan dalam komunikasi harus dihilangkan.
 Kata-kata yang digunakan dalam pesan harus berada di dalam cakupan pengalaman penerima: yakni, hindari berbicara mengenai isu-isu yang tidak dikenal oleh orang lain.
 Pesan harus jelas dan hharus mencakup pengucapan, infleksi (perubahan nada), nada dan volume suara.

              Bicara Suara dan bicara adalah bagian presentasi-diri Anda. Suara dihubungkan dengan perasaan Anda mengenai diri Anda sendiri dan kritikan mengenai suara Anda adalah seperti serangan bagi kepribadian Anda. Suara menunjukkan bagaimana perasaan Anda, seberapa santaikah Anda, dari mana Anda berasal. Bunyi suara Anda harus menguatkan dampak dari penampilan Anda. Bicara yang tidak tertata, buruk untuk cira dan juga grooming Anda
Unsur bicara:
Tinggi nada atau infleksi, nada suara harus sedang dan mencegah efek monoton.
Kualitas, tidak boleh terdengar kasar, atau kemampuan Anda untuk memproyeksikan suara Anda.
Kecepatan, seberapa cepat Anda berbicara. Dianjurkan kecepatan sedang.
Jeda, alat yang bermanfaat untuk menekankan poin. Tetapi jeda yang terus-menerus bisa memberikan kesan bahwa Anda tidak terlau yakin akan apa yang akan dikatakan. Hindari kata-kata selipan, seperti "Anda tahu" dan "hm" yang bisa mengindikasikan bahwa Anda tidak yakin.

2. Menulis secara efektif
Aturan pesan formal atau tertulis adalah:
 Tulisan tangan harus terbaca
 Konstruksi kalimat harus pendek dan sederhana
 Jargon harus dihindari
Detil teknis harus disertai dengan penjelasan
Penulis tidak boleh mengandaikan penerima pesan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pokok persoalan
 Harus menggunakan struktur kalimat yang benar
Harus menggunakan ejaan, tata bahasa dan tanda baca yang benar.

 3. Interprestasi
Komunikasi yang melibatkan unsur verbal dan non-verbal , atau keduanya, membutuhkan interprestasi. Proses ini tergantung pada penerima yang memberikan pertimbangan untuk memahami kata-kata, motif-motif, perasaan-perasaan dan kebutuhan-kebutuhan dari pengirim.

4. Analisis
Ketika mendengarkan kepada sorang presenter dalam forum umum, audiens terus-menerus menganalisa apa yang sdang dikatakan presenter dan bisa setuju, tidak setuju atau membuat catatan mental untuk mengingat informasi. Prinsip yang sama berlaku ketika terlibat dalam percakapan berhadapan muka atau via telepon.
Penggunaan telepon yang benar
Jawab telepon dengan segera, sebelum 3x dering.
 Sebutkan nama Anda, kebanyakan lembaga memiliki cara tertentu untuk menjawab telepon. Biasanya merupakan hal yang baik untuk mengatakan, "Reception. Dengan Tania. Ada yang dapat saya bantu?" atau "Garusa Indonesia. Dengan Lia. Ada yang dapat kami bantu?"
 Siaplah untuk berbicara, konsentrasi dan abaikan gangguan.
Gunakan suara Anda dengan bijak, cara bertelepon yang menyenangkan dan efektif bisa dikembangkan. Tersenyum bisa membantu. Pikirkan orang tersebut sedang berdiri di depan Anda. Berbicaralah dengan kecepatan yang nyaman. Proyeksikan kualitas ramah di dalam suara Anda, dengan menggunakan nada yang hangat dan alami. Posisikan reciever sekitar 5 cm dari mulut Anda. Bersikaplah sopan, siap membantu dan resposif. Jawabah pertanyaan dengan langsung. Hindari slang.
 Dengarkan dengan penuh simpatik kepada keluhan pelanggan, mintalah maaf untuk kesalahan dan keterlambatan.
Jangan pernah berdebat dengan pelanggan.
Berusahalah untuk berbicara dengan jelas dan seksama.
 Dengarkan pesan dengan seksama dan gunakan catatan pesan khusus.
Tulislah pesan dengan jelas, cantumkan inisial Anda di bagian bawah pada catatan pesan, sehigga penerima bisa melakukan tindak lanjut secara pribadi, jika diperlukan.
 Akhiri panggilan dengan sopan, biarkan penelepon menutup telepon terlebih dahulu.


SEKIAN
semoga bermanfaat😉


SARAH SRI WAHYUNI
X OTKP

Komunikasi di tempat kerja

KOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA A. Keterampilan Interpersonal Keterampilan interpersonal banyak berkaitan dengan softskill (keterampilan lunak...